Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia: Literasi Ruang Publik


Contoh soal TKA Bahasa Indonesia edisi 12 Oktober 2026 berfokus pada literasi ruang publik. Kemampuan membaca dalam TKA menuntut siswa menemukan informasi, menyimpulkan hubungan gagasan, dan menilai isi teks. Seluruh stimulus disusun untuk latihan mandiri siswa SMA/MA/SMK atau pendalaman materi bersama guru.

Bacaan membahas perpustakaan stasiun, cerita bengkel keluarga, dan pembagian jadwal taman warga. Tersedia tepat 30 soal berupa pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, serta penilaian benar atau salah. Pilih satu jawaban pada pilihan ganda, semua jawaban yang sesuai pada soal kompleks, dan nilai setiap pernyataan pada soal kategori.

Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia

Stimulus untuk soal 1–10: Perpustakaan di Stasiun

Perpustakaan kecil di Stasiun Nusa mulai beroperasi pada awal semester. Raknya berada di ruang tunggu, tetapi tidak menghalangi jalur penumpang. Pengelola menyediakan buku cerita, pengetahuan populer, dan panduan keterampilan. Penumpang dapat membaca tanpa mendaftar selama berada di ruang tunggu. Untuk membawa buku pulang, mereka harus mencatat identitas dan tanggal pengembalian pada formulir yang tersedia. Aturan ini sengaja dibuat sederhana agar layanan tetap dapat dipakai oleh pengunjung yang tidak memiliki telepon pintar. Pada bulan pertama, tercatat 120 peminjaman. Bulan berikutnya, angka itu menjadi 180. Pengelola tidak langsung menyimpulkan bahwa minat baca seluruh warga meningkat. Sebagian peminjam ternyata mengambil lebih dari satu buku, sedangkan jumlah pengunjung unik belum dicatat. Selain itu, pengumuman melalui pengeras suara hanya dilakukan pada bulan kedua. Seorang relawan menyarankan agar laporan berikutnya membedakan jumlah buku, transaksi, dan orang yang meminjam. Petugas stasiun semula khawatir meja layanan akan menambah antrean. Kekhawatiran itu berkurang setelah meja dipindahkan ke sisi ruangan dan peminjaman dibatasi pada waktu di luar jam tersibuk. Namun, pemindahan tersebut membuat rak kurang terlihat dari pintu masuk. Karena itu, pengelola memasang penunjuk arah dengan huruf besar dan simbol buku. Dua pengguna dengan gangguan penglihatan meminta versi audio dari informasi layanan. Relawan kemudian merekam petunjuk singkat yang dapat diputar melalui tombol di meja. Mereka belum menyediakan seluruh koleksi dalam bentuk audio karena peralatan dan tenaga masih terbatas. Pengelola berencana menilai layanan setiap tiga bulan melalui catatan penggunaan dan wawancara singkat. Tujuannya bukan sekadar menambah koleksi, melainkan memastikan fasilitas dapat dijangkau oleh beragam penumpang. Kritik pengguna akan diperlakukan sebagai bahan perbaikan, bukan sebagai tanda bahwa program gagal.

Soal 1. Di mana rak perpustakaan ditempatkan?

A. Loket tiket

B. Kantor kelurahan

C. Ruang tunggu stasiun

D. Gerbong kereta

E. Peron keberangkatan

Soal 2. Apa syarat membawa buku pulang?

A. Memiliki telepon pintar

B. Membeli tiket bulanan

C. Menjadi relawan

D. Membayar uang jaminan

E. Mencatat identitas dan tanggal pengembalian

Soal 3. Berapa peminjaman pada bulan kedua?

A. 100

B. 180

C. 120

D. 60

E. 150

Soal 4. Mengapa peningkatan peminjaman belum membuktikan kenaikan minat baca seluruh warga?

A. Jumlah pengunjung unik belum diketahui

B. Peminjaman selalu dilarang

C. Koleksi sudah dipindahkan

D. Tidak ada buku cerita

E. Penumpang tidak membaca

Soal 5. Makna kata “unik” dalam konteks catatan pengunjung adalah ...

A. membaca buku langka

B. berbeda orang, tanpa menghitung orang yang sama berulang kali

C. berasal dari luar negeri

D. memiliki nama panjang

E. berperilaku aneh

Soal 6. Hubungan pemindahan meja dan pemasangan penunjuk arah adalah ...

A. solusi terhadap dampak berkurangnya keterlihatan layanan

B. urutan tanpa kaitan

C. penolakan terhadap kritik

D. perbandingan dua koleksi

E. pertentangan tujuan membaca

Soal 7. Pilih semua informasi yang dinyatakan dalam teks.

A. Pengunjung wajib menggunakan aplikasi.

B. Semua koleksi sudah tersedia dalam bentuk audio.

C. Pengumuman pengeras suara dilakukan pada bulan kedua.

D. Meja dipindahkan ke sisi ruangan.

E. Evaluasi direncanakan setiap tiga bulan.

Soal 8. Tentukan Benar atau Salah berdasarkan teks.

Pernyataan Benar Salah
a. Membaca di ruang tunggu tidak memerlukan pendaftaran.
b. Jam peminjaman disesuaikan dengan kepadatan stasiun.
c. Kritik pengguna dianggap bukti pasti kegagalan.

Soal 9. Pilih semua langkah yang paling langsung memperkuat evaluasi perubahan penggunaan layanan.

A. Membedakan transaksi dan jumlah buku.

B. Mencatat perubahan promosi ketika membandingkan bulan.

C. Menganggap semua penumpang sebagai peminjam.

D. Mengganti judul buku tanpa pencatatan.

E. Menghitung orang yang berbeda pada setiap bulan.

Soal 10. Tentukan Benar atau Salah untuk penilaian berikut.

Pernyataan Benar Salah
a. Kesimpulan tentang minat baca seluruh warga melampaui cakupan data peminjaman.
b. Penyediaan tombol audio menunjukkan upaya memperluas akses layanan.
c. Kenaikan transaksi menjamin setiap peminjam memahami isi buku.

Stimulus untuk soal 11–20: Kursi yang Belum Dicatat

Setiap sore, Nara membantu ibunya merapikan bengkel kursi di ujung pasar. Ia mengelap papan, mengumpulkan paku, lalu mencatat pesanan pada buku bergaris. Ibunya selalu memisahkan kursi yang sudah dibayar dari kursi yang masih menunggu uang muka. “Buku ini menjaga kita dari lupa,” katanya. Nara mengangguk, meskipun baginya garis-garis pada kertas tampak lebih sibuk daripada orang-orang di pasar. Suatu hari, Pak Jaya datang membawa kursi kayu dengan satu kaki patah. Ia meminta perbaikan selesai sebelum pertemuan warga hari Jumat. Saat menyebut biaya, ibu Nara melihat Pak Jaya meraba saku dua kali. Lelaki itu lalu meminta izin membayar setelah pertemuan. Ibu mengangguk dan meletakkan kursi di dekat jendela. Ketika Nara membuka buku pesanan, ibunya berkata agar nama pelanggan dan janji pembayaran tetap dicatat. Nara sempat mengira bantuan yang tulus tidak perlu meninggalkan jejak angka. Ia menutup buku, lalu membukanya lagi setelah melihat ibunya menghitung uang untuk membeli lem. Malamnya, listrik padam. Nara memegang senter sementara ibunya memasang kaki pengganti. Bayangan keduanya memanjang pada tembok, seperti dua pohon yang akar-akarnya bertemu. Nara bertanya mengapa ibunya menerima pekerjaan yang belum dibayar. “Orang bisa memerlukan waktu, tetapi bengkel juga memerlukan kepastian,” jawab ibunya. Pada Jumat pagi, kursi telah selesai. Pak Jaya mengambilnya sambil membawa amplop kecil. Uangnya belum cukup, tetapi ia menyerahkan sebagian dan menyebut tanggal untuk melunasi sisanya. Nara menulis angka itu dengan pelan. Kali ini, ia tidak merasa buku pesanan mengurangi kehangatan percakapan. Setelah Pak Jaya pergi, ibunya menggeser kursi lain ke meja kerja. Nara menyalakan senter untuk memeriksa sambungan yang gelap, meskipun listrik telah kembali. Ia ingin memastikan tidak ada retakan yang luput dari perhatian mereka.

Soal 11. Siapa yang membawa kursi patah?

A. Ibu Nara

B. Nara

C. Penjaga listrik

D. Ketua pasar

E. Pak Jaya

Soal 12. Kapan kursi diminta selesai?

A. Selasa malam

B. Rabu siang

C. Senin pagi

D. Sebelum pertemuan Jumat

E. Setelah pasar tutup Minggu

Soal 13. Apa yang digunakan Nara saat listrik padam?

A. Lampu minyak

B. Telepon Pak Jaya

C. Kaca pembesar

D. Lilin

E. Senter

Soal 14. Konflik batin Nara terutama berkaitan dengan ...

A. keinginan menutup bengkel

B. pilihan antara sekolah dan pasar

C. pandangan bahwa pencatatan dapat mengurangi ketulusan bantuan

D. ketakutan menghadiri pertemuan

E. persaingan dengan Pak Jaya

Soal 15. Watak ibu Nara paling tepat digambarkan sebagai ...

A. ceroboh dan mudah marah

B. tidak memahami biaya

C. peduli sekaligus mempertimbangkan keberlanjutan usaha

D. selalu menolak pelanggan

E. mengutamakan pujian

Soal 16. Fungsi ungkapan “dua pohon yang akar-akarnya bertemu” adalah ...

A. membuktikan ada pohon di dalam bengkel

B. menggambarkan keterhubungan ibu dan anak

C. menjelaskan sumber listrik

D. menghitung jumlah kursi

E. menjelaskan ukuran bengkel

Soal 17. Pilih semua bukti bahwa bengkel juga memerlukan kepastian.

A. Nama dan janji pembayaran tetap dicatat.

B. Bayangan memanjang di tembok.

C. Nara menganggap garis buku tampak sibuk.

D. Pak Jaya menyebut tanggal pelunasan.

E. Ibu menghitung uang untuk membeli lem.

Soal 18. Tentukan Benar atau Salah berdasarkan alur cerita.

Pernyataan Benar Salah
a. Pandangan Nara tentang buku pesanan berubah.
b. Pak Jaya langsung membayar seluruh biaya pada Jumat.
c. Pemadaman listrik terjadi sebelum kursi diambil.

Soal 19. Pilih semua penafsiran yang didukung perkembangan tokoh Nara.

A. Ia belajar bahwa empati dapat berjalan bersama tanggung jawab.

B. Ia akhirnya menganggap semua pelanggan tidak dapat dipercaya.

C. Ia memahami fungsi pencatatan melalui pengalaman bengkel.

D. Ia menghapus semua catatan utang.

E. Tindakannya memeriksa sambungan mencerminkan perhatian terhadap mutu.

Soal 20. Tentukan Benar atau Salah untuk penilaian berikut.

Pernyataan Benar Salah
a. Dialog ibu menjembatani kebutuhan pelanggan dan kebutuhan usaha.
b. Senter pada bagian akhir dapat dibaca sebagai lambang perhatian yang semakin teliti.
c. Cerita membuktikan bahwa setiap pembayaran tertunda pasti disebabkan penipuan.

Stimulus untuk soal 21–30: Jadwal Taman Bersama

Dewan pengelola Taman Lembayung menerima dua usulan penggunaan lapangan. Kelompok olahraga meminta waktu latihan sore setiap hari, sedangkan kelompok seni membutuhkan tempat pertunjukan dua kali sebulan. Kedua kelompok menganggap lapangan paling sesuai karena mudah dijangkau dan memiliki penerangan. Selama ini, jadwal ditempel di pos penjaga, tetapi beberapa kegiatan tidak tercatat sehingga pengguna kerap datang pada waktu yang sama. Pengelola kemudian menguji sistem pemesanan selama enam minggu. Pendaftar dapat memakai formulir daring atau datang ke pos. Setiap kelompok memperoleh paling banyak dua sesi sore per minggu. Pertunjukan dengan banyak penonton memerlukan pemberitahuan tambahan agar jalur pejalan kaki tetap terbuka. Waktu istirahat bagi warga sekitar ditetapkan mulai pukul sembilan malam. Dalam uji coba, jumlah benturan jadwal turun dari dua belas kejadian menjadi empat. Sebagian pengurus menyebut sistem baru sudah sepenuhnya adil. Namun, seorang warga mengingatkan bahwa tiga kelompok lansia belum pernah mengajukan pemesanan. Mereka mengira formulir hanya dapat diisi melalui internet. Penjaga mengakui bahwa informasi tentang pendaftaran langsung tercetak terlalu kecil di bagian bawah pengumuman. Pengelola memutuskan memperbaiki pengumuman sebelum memperluas sistem. Kalimat pembukanya diubah menjadi “Semua kelompok warga dapat memesan melalui internet atau pos penjaga.” Selain itu, petugas akan menghubungi kelompok yang belum menggunakan lapangan untuk menanyakan hambatannya. Survei kepuasan juga akan membedakan pengalaman pendaftar daring dan pendaftar langsung. Data benturan jadwal tetap dipakai untuk mengukur ketertiban, tetapi tidak dijadikan satu-satunya ukuran keadilan. Laporan uji coba menyebut bahwa aturan pembagian sesi membantu mengurangi perebutan waktu. Laporan itu sekaligus mengakui bahwa aturan yang sama belum tentu menghasilkan kesempatan yang sama jika informasi tidak dapat diakses semua kelompok. Karena itu, pengelola akan menilai keberhasilan melalui ketertiban penggunaan dan keterjangkauan proses pendaftaran secara bersamaan.

Soal 21. Berapa lama sistem pemesanan diuji?

A. Enam minggu

B. Empat minggu

C. Delapan minggu

D. Dua belas minggu

E. Dua minggu

Soal 22. Berapa batas sesi sore tiap kelompok per minggu?

A. Dua

B. Satu

C. Tiga

D. Lima

E. Empat

Soal 23. Kapan waktu istirahat warga dimulai?

A. 19.00

B. 18.00

C. 20.00

D. 22.00

E. 21.00

Soal 24. Mengapa kelompok lansia belum mendaftar?

A. Mereka mengira pendaftaran hanya melalui internet.

B. Semua sesi pagi dibatalkan.

C. Pertunjukan diwajibkan setiap hari.

D. Mereka dilarang menggunakan lapangan.

E. Pos penjaga selalu tutup.

Soal 25. Gagasan utama paragraf terakhir adalah ...

A. survei tidak dibutuhkan

B. semua jadwal harus dihapus

C. olahraga lebih penting daripada seni

D. kesuksesan perlu dinilai dari ketertiban dan akses

E. penerangan harus ditambah

Soal 26. Kalimat pengumuman baru lebih efektif karena ...

A. menjamin semua permintaan diterima

B. menyembunyikan syarat

C. memperjelas dua jalur pendaftaran bagi semua kelompok

D. menghapus batas sesi

E. menambah istilah teknis

Soal 27. Pilih semua langkah perbaikan yang disebutkan.

A. Membedakan pengalaman dua jenis pendaftar.

B. Menghubungi kelompok yang belum memakai lapangan.

C. Menutup pos penjaga.

D. Memperbaiki pengumuman.

E. Membatalkan seluruh pertunjukan.

Soal 28. Tentukan Benar atau Salah berdasarkan teks.

Pernyataan Benar Salah
a. Benturan jadwal berkurang selama uji coba.
b. Pendaftaran langsung tetap tersedia.
c. Data benturan jadwal menjadi satu-satunya ukuran keadilan.

Soal 29. Pilih semua alasan yang mendukung perlunya evaluasi lanjutan.

A. Penurunan benturan membuktikan semua warga puas.

B. Ada kemungkinan pengalaman daring dan langsung berbeda.

C. Aturan identik selalu menjamin hasil identik.

D. Sebagian kelompok belum memahami jalur pendaftaran.

E. Angka benturan belum menggambarkan semua hambatan akses.

Soal 30. Tentukan Benar atau Salah untuk penilaian berikut.

Pernyataan Benar Salah
a. Klaim “sepenuhnya adil” memerlukan bukti lebih luas daripada jumlah benturan.
b. Wawancara kelompok nonpengguna dapat melengkapi survei pengguna.
c. Perbaikan ukuran huruf otomatis menjamin setiap warga memperoleh sesi pilihannya.

Post a Comment for "Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia: Literasi Ruang Publik"