Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia Lanjut: Bias Data


Contoh soal TKA Bahasa Indonesia lanjut edisi 12 Oktober 2026 berfokus pada bias data. Pada TKA tingkat lanjut, pembaca perlu menghubungkan informasi antarteks dan menilai argumen serta cara penulis membangun makna. Seluruh stimulus disusun untuk latihan mandiri siswa SMA/MA/SMK atau pendalaman materi bersama guru.

Materi memadukan evaluasi survei, perbandingan dua pandangan tentang arsip digital, dan penafsiran cerita tentang representasi sebuah kampung. Tersedia tepat 30 soal berupa pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, serta penilaian benar atau salah. Pilih satu jawaban pada pilihan ganda, semua jawaban yang sesuai pada soal kompleks, dan nilai setiap pernyataan pada soal kategori.

Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut

Stimulus untuk soal 1–10: Laporan Dua Pusat Pelatihan

Pusat Pelatihan Arunika menyatakan bahwa metode pembelajarannya lebih efektif daripada metode Pusat Pelatihan Bening. Klaim itu didasarkan pada survei terhadap lulusan yang telah bekerja. Di Arunika, delapan puluh dari seratus responden menyebutkan bahwa pelatihan membantu pekerjaan mereka. Di Bening, enam puluh dari seratus responden menyampaikan jawaban serupa. Laporan promosi Arunika menampilkan kedua persentase itu dalam diagram dengan judul “Bukti Keunggulan Metode”. Keterangan tentang cara pemilihan responden ditempatkan pada halaman terakhir. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Arunika mengirim survei hanya kepada lulusan yang menghadiri pertemuan alumni. Bening mengirimkannya kepada seluruh lulusan yang dapat dihubungi, tetapi hanya sebagian yang membalas. Kedua pusat belum mencatat pengalaman lulusan yang tidak bekerja. Jenis pekerjaan dan lama waktu setelah kelulusan juga berbeda antarresponden. Seorang peneliti menilai bahwa angka tersebut tetap berguna untuk menggambarkan jawaban orang yang disurvei, tetapi belum memadai untuk membandingkan pengaruh metode secara menyeluruh. Ia mengusulkan pengumpulan data sebelum dan sesudah pelatihan dengan ukuran keterampilan yang sama. Menurutnya, kepuasan peserta tidak harus dihapus dari evaluasi, tetapi perlu dibedakan dari perubahan kemampuan. Pusat Bening setuju menambah informasi tentang karakteristik peserta dan tingkat balasan survei. Arunika menyatakan bahwa perbaikan laporan tidak boleh meniadakan pengalaman positif alumni. Peneliti menjawab bahwa mengakui keterbatasan justru memungkinkan pengalaman tersebut dibaca pada lingkup yang tepat. Ia menolak dua kesimpulan ekstrem: menganggap semua data survei tidak berguna atau menganggap selisih persentase langsung membuktikan sebab-akibat. Dalam revisi laporan, judul diagram diubah menjadi “Penilaian Responden tentang Manfaat Pelatihan”. Angka persentase tetap dipertahankan, sedangkan metode pemilihan responden dipindahkan ke halaman yang sama. Laporan juga menambahkan bahwa penilaian alumni mungkin dipengaruhi pengalaman kerja dan kesempatan menerapkan keterampilan. Perubahan itu tidak menentukan metode mana yang terbaik. Tujuannya ialah membuat pembaca dapat membedakan data yang tersedia, penafsiran yang masuk akal, dan pertanyaan yang masih perlu dijawab. Keputusan memilih pelatihan tetap memerlukan informasi tambahan tentang kebutuhan calon peserta, isi program, biaya, dan dukungan belajar.

Soal 1. Berapa persentase responden Arunika yang menilai pelatihan membantu pekerjaan?

A. 40%

B. 20%

C. 80%

D. 60%

E. 100%

Soal 2. Siapa yang menerima survei Arunika?

A. Peserta pertemuan alumni

B. Seluruh warga kota

C. Peneliti pendidikan

D. Semua calon peserta

E. Semua lulusan yang belum bekerja

Soal 3. Aspek apa yang belum dicatat kedua pusat?

A. Jawaban positif alumni

B. Judul diagram

C. Nama lembaga

D. Jumlah responden survei

E. Pengalaman lulusan yang tidak bekerja

Soal 4. Kelemahan utama judul awal diagram adalah ...

A. mengakui batas data

B. menjelaskan metode terlalu rinci

C. terlalu banyak memakai angka

D. mengubah penilaian responden menjadi klaim keunggulan kausal

E. tidak memuat semua nama lulusan

Soal 5. Makna “lingkup yang tepat” dalam teks adalah ...

A. cakupan kesimpulan yang sesuai dengan data

B. ruangan penyelenggaraan survei

C. kesempatan menambah biaya

D. wilayah pemasaran terbesar

E. kelompok dengan nilai tertinggi

Soal 6. Posisi peneliti terhadap kepuasan peserta adalah ...

A. tidak dapat dikumpulkan

B. berguna, tetapi berbeda dari perubahan kemampuan

C. membuktikan keunggulan metode

D. harus dihapus dari laporan

E. sama persis dengan kemampuan

Soal 7. Pilih semua faktor yang dapat mengganggu perbandingan kedua persentase.

A. Jumlah karakter judul sama.

B. Jenis pekerjaan responden berbeda.

C. Kedua persentase memakai penyebut seratus.

D. Cara pemilihan responden berbeda.

E. Lama waktu setelah kelulusan berbeda.

Soal 8. Tentukan Benar atau Salah berdasarkan teks.

Pernyataan Benar Salah
a. Laporan revisi mempertahankan angka persentase.
b. Peneliti meminta semua pengalaman positif dihapus.
c. Metode pemilihan responden ditampilkan bersama diagram pada revisi.

Soal 9. Pilih semua perbaikan yang paling sesuai dengan tujuan peneliti.

A. Menyembunyikan lulusan yang tidak bekerja.

B. Melaporkan tingkat respons dan karakteristik peserta.

C. Menjamin efektivitas hanya dari kepuasan.

D. Menggunakan ukuran keterampilan yang sama.

E. Mengumpulkan data sebelum dan sesudah pelatihan.

Soal 10. Tentukan Benar atau Salah untuk evaluasi argumen berikut.

Pernyataan Benar Salah
a. Survei tersebut dapat mendeskripsikan jawaban responden tanpa membuktikan hubungan sebab-akibat.
b. Judul revisi mempersempit klaim agar sesuai dengan ukuran yang digunakan.
c. Revisi laporan membuktikan bahwa metode Bening lebih unggul.

Stimulus untuk soal 11–20: Dua Pandangan tentang Arsip Digital

Teks A: Sebuah museum daerah berencana mendigitalkan surat, foto, dan catatan perjalanan dalam koleksinya. Kepala museum menyatakan bahwa salinan digital dapat membantu pelajar menelusuri bahan tanpa harus datang ke ruang penyimpanan. Ia mengusulkan agar setiap berkas diberi keterangan tentang asal, waktu pembuatan, dan kondisi benda asli. Berkas yang sulit dibaca perlu disertai transkripsi, tetapi bagian yang tidak pasti harus ditandai. Menurutnya, keterbukaan arsip tidak sama dengan kepastian penafsiran. Foto yang menampilkan upacara, misalnya, belum tentu menjelaskan tujuan kegiatan atau peran semua orang di dalamnya. Kepala museum juga mengakui bahwa pekerjaan digitalisasi memerlukan biaya pemeliharaan dan perlindungan informasi pribadi. Ia tidak menjanjikan bahwa seluruh koleksi dapat segera dibuka. Prioritas awal adalah bahan yang banyak digunakan untuk pendidikan dan tidak memuat informasi sensitif. Teks B: Seorang penulis lokal mendukung rencana museum, tetapi mengingatkan bahwa daftar pencarian dapat memengaruhi bahan yang ditemukan pengguna. Jika keterangan hanya memakai nama pejabat, pengalaman pekerja biasa mungkin lebih sulit ditelusuri. Ia mengusulkan penambahan kata kunci tentang pekerjaan, tempat, dan kegiatan, tanpa mengarang identitas yang tidak tercatat. Penulis itu juga meminta mekanisme koreksi publik yang dapat ditinjau kurator. Menurutnya, arsip tidak menjadi netral hanya karena dipindahkan ke layar. Pilihan koleksi, kategori, dan urutan hasil pencarian tetap melibatkan keputusan manusia. Kedua penulis menilai bahwa digitalisasi dapat memperluas akses. Perbedaannya terletak pada titik perhatian: Teks A lebih menekankan ketelitian keterangan dan tanggung jawab pengelolaan, sedangkan Teks B menyoroti bagaimana kategori memengaruhi keterlihatan pengalaman sosial. Mereka tidak mengusulkan penggantian benda asli dengan berkas digital. Dalam pertemuan berikutnya, museum mempertimbangkan uji coba pada dua puluh dokumen. Pengguna akan diminta mencari bahan melalui beberapa jenis kata kunci, lalu menjelaskan bagian yang membingungkan. Hasil uji coba akan membantu kurator memperbaiki keterangan sebelum koleksi yang lebih besar dipublikasikan. Dengan demikian, akses dipahami sebagai proses menemukan sekaligus memahami bahan, bukan semata-mata kemampuan membuka halaman secara lebih cepat saja.

Soal 11. Apa rencana museum?

A. Menutup akses pelajar

B. Melelang foto

C. Mengganti kurator dengan pengunjung

D. Menghapus surat asli

E. Mendigitalkan koleksi

Soal 12. Bagaimana bagian transkripsi yang tidak pasti diperlakukan menurut Teks A?

A. Disembunyikan dari kurator

B. Dihilangkan tanpa keterangan

C. Diberi tanda ketidakpastian

D. Dianggap pasti benar

E. Diganti cerita baru

Soal 13. Berapa dokumen yang dipertimbangkan untuk uji coba?

A. Dua puluh lima

B. Dua puluh

C. Tiga puluh

D. Lima belas

E. Sepuluh

Soal 14. Persamaan utama kedua pandangan adalah ...

A. menolak seluruh digitalisasi

B. meminta pemusnahan benda asli

C. menganggap layar menjamin netralitas

D. membatasi kata kunci pada nama pejabat

E. mendukung perluasan akses dengan pengelolaan yang cermat

Soal 15. Fokus khas Teks B adalah ...

A. jumlah surat pribadi

B. pengaruh kategori terhadap keterlihatan pengalaman sosial

C. jadwal kunjungan sekolah

D. harga perangkat pemindai

E. kondisi fisik penyimpanan

Soal 16. Mengapa foto upacara belum cukup untuk menjelaskan tujuan kegiatan?

A. Foto selalu palsu.

B. Upacara tidak memiliki tujuan.

C. Semua foto tidak bertanggal.

D. Foto hanya berguna untuk hiburan.

E. Tujuan dan peran tidak selalu terlihat dari gambar.

Soal 17. Pilih semua usulan yang dinyatakan dalam kedua teks.

A. Menambah kata kunci pekerjaan dan tempat.

B. Mengarang nama pekerja yang tidak tercatat.

C. Meninjau koreksi publik melalui kurator.

D. Memusnahkan semua benda asli.

E. Menandai bagian transkripsi yang meragukan.

Soal 18. Tentukan Benar atau Salah.

Pernyataan Benar Salah
a. Teks A mengakui biaya pemeliharaan.
b. Teks B menilai keputusan manusia tetap memengaruhi arsip digital.
c. Kedua teks menjanjikan semua koleksi segera terbuka.

Soal 19. Pilih semua hasil uji coba yang relevan untuk memperbaiki akses sesuai kedua teks.

A. Warna baju pengunjung sama.

B. Pengguna salah menafsirkan keterangan tanggal.

C. Dokumen tidak muncul saat dicari dengan kata kunci pekerjaan yang relevan.

D. Pengguna bingung membedakan transkripsi pasti dan dugaan.

E. Jumlah kursi di ruang rapat bertambah.

Soal 20. Tentukan Benar atau Salah untuk penilaian berikut.

Pernyataan Benar Salah
a. Penambahan kata kunci dapat memperluas akses tanpa mengarang isi arsip.
b. Keterbukaan berkas dengan sendirinya menjamin ketepatan penafsiran.
c. Definisi akses pada akhir stimulus menyatukan perhatian Teks A dan Teks B.

Stimulus untuk soal 21–30: Angka dalam Bingkai

Di kantor kecil itu, Raka bertugas membuat pameran tentang kampung yang akan berubah menjadi kawasan pertokoan. Atasannya memberinya tabel jumlah rumah, luas lahan, dan rencana kompensasi. “Pilih angka yang paling mudah dipahami,” kata sang atasan. Raka menyusun tiga panel besar. Semuanya rapi; garis-garis diagram tampak tenang, seolah kampung itu tidak pernah gaduh oleh anak-anak yang bermain setelah hujan. Pada sore hari, seorang perempuan tua datang membawa foto teras rumahnya. Ia meminta foto itu dimasukkan ke pameran. Raka menjelaskan bahwa ukuran panel telah ditentukan dan tabel harus tetap terbaca. Perempuan itu tidak membantah. Ia hanya bertanya apakah meja tempat tetangga menitipkan kunci termasuk bagian dari rumah yang dihitung. Raka melihat kembali tabel. Di sana ada luas bangunan, tetapi tidak ada kolom untuk kebiasaan menitipkan kunci. Malamnya, ia menambahkan sebuah kotak kosong di samping diagram. Atasannya datang dan menunjuk ruang putih tersebut. Raka mengatakan bahwa kotak itu disediakan untuk pengalaman yang belum tercatat. Atasan meminta agar kotak diisi sebelum pembukaan karena pengunjung mungkin menganggapnya kesalahan cetak. Raka menulis satu kalimat kecil: “Apa yang hilang ketika sebuah alamat hanya menjadi nomor?” Ia tidak yakin kalimat itu akan membantu pengunjung atau justru mengaburkan informasi. Menjelang pembukaan, perempuan tua itu kembali. Kali ini ia membawa daftar nama orang yang pernah menitipkan kunci. Sebagian nama dicoret karena pemiliknya telah pindah. Raka meletakkan daftar tersebut di bawah kaca, berdampingan dengan foto teras. Diagram tetap berada di tempatnya. Saat lampu pameran menyala, angka-angka tampak lebih terang daripada tulisan tangan. Raka menggeser satu lampu ke arah daftar nama. Ia belum mengubah rencana pembangunan, dan tabelnya tidak menjadi keliru karena ada foto. Namun, ketika pengunjung pertama berhenti lebih lama di depan kaca, ia merasa tugas menjelaskan kampung belum selesai. Di buku kerjanya, Raka menulis bahwa ruang kosong kadang bukan kekurangan desain, melainkan pertanyaan yang belum memperoleh bentuk. Ia menutup buku ketika atasannya memanggil dari pintu. Pembaca tidak diberi tahu apakah kotak itu akan tetap dipertahankan setelah pembukaan.

Soal 21. Apa tugas Raka?

A. Membeli seluruh rumah

B. Menghitung pajak pribadi

C. Membuat pameran kampung

D. Mengurus kunci kantor

E. Membangun pertokoan sendiri

Soal 22. Benda apa yang pertama dibawa perempuan tua?

A. Surat kompensasi

B. Lampu pameran

C. Kunci baru

D. Peta jalan

E. Foto teras

Soal 23. Apa yang dilakukan Raka terhadap lampu?

A. Membawanya pulang

B. Menggeser satu lampu ke daftar nama

C. Mengganti tabel dengan lampu

D. Menyembunyikannya di kotak

E. Mematikan semua lampu

Soal 24. Konflik utama cerita muncul dari ...

A. larangan memasang kaca

B. kesalahan rumus luas rumah

C. pertentangan informasi terukur dan pengalaman yang tidak tercakup tabel

D. perebutan jabatan dua kurator

E. kerusakan semua foto

Soal 25. Fungsi daftar nama yang sebagian dicoret adalah ...

A. menghadirkan jejak relasi sosial dan perpindahan

B. menyatakan harga tanah

C. membuktikan semua warga meninggal

D. memberi jadwal pembukaan

E. mengganti seluruh tabel

Soal 26. Makna simbolis kotak kosong paling didukung oleh ...

A. ruang iklan pertokoan

B. janji pembangunan dibatalkan

C. bukti semua data salah

D. tanda kampung tidak berpenduduk

E. ruang bagi pengalaman yang belum terwakili

Soal 27. Pilih semua informasi yang dapat dipastikan dari cerita.

A. Diagram tetap dipamerkan.

B. Foto diletakkan di bawah kaca.

C. Atasan pasti menghapus kotak setelah pembukaan.

D. Raka mempertanyakan kecukupan representasi angka.

E. Raka membatalkan pembangunan.

Soal 28. Tentukan Benar atau Salah berdasarkan cerita.

Pernyataan Benar Salah
a. Perempuan tua mempertanyakan aspek rumah yang tidak masuk tabel.
b. Raka menganggap foto membuat tabel menjadi keliru.
c. Akhir cerita tidak memastikan nasib kotak kosong.

Soal 29. Pilih semua evaluasi sastra yang didukung teks.

A. Cerita menyimpulkan seluruh data kuantitatif tidak berguna.

B. Akhir terbuka menyisakan ketegangan antara tuntutan desain dan representasi.

C. Perubahan pencahayaan menunjukkan tindakan kecil untuk memperluas perhatian.

D. Kontras diagram dan tulisan tangan memperlihatkan ketimpangan keterlihatan.

E. Pertanyaan tentang alamat mengajak pembaca menilai reduksi pengalaman menjadi angka.

Soal 30. Tentukan Benar atau Salah untuk penafsiran berikut.

Pernyataan Benar Salah
a. Raka mengalami perubahan kesadaran tanpa memperoleh kuasa menyelesaikan seluruh masalah.
b. Kampung dihadirkan sebagai ruang hubungan, bukan hanya satuan luas.
c. Pengunjung yang berhenti lebih lama membuktikan pembangunan pasti dibatalkan.

Post a Comment for "Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia Lanjut: Bias Data"